Cloud System Tak Sekedar Hard Disk Virtual

Posted on
Sumber Gambar: www.data-hive.com

Sebetulnya tidak terpikirkan dan tertarik untuk mengulas tentang fungsi cloud computing. Oleh sebab  melihat sebuah tayangan acara di televisi yang banyak orang katakan sebagai acara yang “tidak mendidik” yang menampilkan lawakan dan joget-joget yang diperagakan oleh seorang yang didandani seperti seorang kaisar Romawi. I think twice, mendidik atau tidak, acara tersebut cukup menghibur bagi saya maupun kalangan kaum menengah-kebawah. Disela-sela kuis pada acara tersebut, tampak pembawa acara kuis menjelaskan sebuah fitur keamanan dari sebuah ponsel yang menjadi sponsor acara. Pembawa acara kuis memeragakan sebuah fitur keamanan yang ditawarkan oleh sebuah perusahaan ponsel besar yang memanfaatkan fungsi cloud computing. Fungsi keamanan tersebut akan otomatis mengambil foto kita secara sembunyi jika salah memasukan kode pengaman ponsel dan mengirimkan langsung foto tersebut ke akun cloud pengguna ponsel. Hmm, menarik, bukan?


            Cloud computing atau di Indonesia dikenal sebagai komputasi awan merupakan sebuah teknologi komputasi (komputer) yang saling terhubung dengan jaringan internet. Istilah cloud computing sendiri merupakan penggambaran dari distribusi data atau kemampuan menjalankan program maupun aplikasi pada beberapa komputer atau perangkat lain di waktu yang sama dan bisa dilakukan dimana saja (realtime) melalui jaringan internet. Analogi awan itu sendiri adalah gambaran virtual dari data yang tersimpan. Seolah data kita tersimpan di atas awan yang bisa kita lihat dan dan akses kapanpun. Karena proses kerja cloud computing adalah dengan menggunakan jaringan internet. Maka dari itu, jaringan internet merupakan syarat utama untuk menjalankan proses cloud computing. Semakin cepat jaringan koneksi internet, maka proses cloud computing akan berjalan sangat baik. Saat ini, beberapa perusahaan dibidang teknologi sudah menyediakan jasa layanan cloud computing bagi para pengguna untuk memanfaatkan fasilitas cloud computing. Umumnya cloud computing yang paling banyak ditawarkan adalah jenis cloud storage, yang memiliki fungsi untuk menyimpan data. Untuk pengguna pribadi, beberapa perusahaan internet menyediakan fasilitas cloud yang bisa didapat dengan gratis. Dropbox, google drive dan soundcloud merupakan beberapa produk cloud computing yang disediakan secara gratis. Pengguna pribadi bisa menambah kapasitas daya penyimpanan jika kapasitas yang diberikan terlalu kecil dengan paket-paket berbayar yang ditawarkan penyedia jasa cloud computing.

Teknologi cloud computing bukanlah sebuah tren baru di dunia teknologi. Teknologi cloud computing sejatinya sudah ada sejak lama. Keterbatasan jaringan internet kala itu yang menjadi kendala tidak banyak digunakannya teknologi cloud computing secara masif. Kita bisa melihat sistem cloud computing paling sederhana pada layanan surat elektronik atau e-mail. E-mail adalah contoh kecil  cara kerja sistem komputasi awan didalam sebuah komputer. Bukan hanya e-mail, layanan social media seperti facebook, google+, soundcloud atau twitter adalah aplikasi kerja dari sistem cloud computing computing. Namun, beberapa tahun terakhir, penggunaan cloud computing mulai menggeliat dan banyak digunakan oleh beberapa perusahaan-perusahaan didunia. Kepraktisan dan efisiensi yang ditawarkan oleh sistem cloud computing menjadi daya tarik bagi perusahaan-perusahaan besar untuk beralih ke sistem cloud computing. Cloud computing tidak memerlukan ruang seperti server-server yang dibangun didalam gedung perusahaan. Lalu lintas data bisa diatur sesuai kebutuhan pengguna. Jaminan keamanan data yang diberikan perusahaan jasa cloud computing menjadi daya tawar bagi konsumen. Investasi besar-besaran mulai dilakukan perusahaan-perusahaan yang bergerak dibidang teknologi untuk mengembangkan sistem cloud computing. Cloud computing mulai digunakan sebagai pusat data bagi perusahaan-perusahaan swasta.  Menggunakan sistem cloud computing sebagai alasan kepraktisan karena tidak terlalu banyak memakan ruang dan efisiensi biaya. Di Indonesia, penggunaan cloud computing belum banyak dipakai, bahkan cloud computing masih belum familiar di kalangan korporasi, pemerintah atau individu. Cloud computing acap kali didefinisikan hanya sebatas pada teknologi penyimpanan data atau lebih dikenal sebagai hardisk virtual. Padahal penggunaan cloud computing computing tidak hanya sebatas menyimpan data, jauh daripada itu, cloud computing bisa digunakan sebagai pendukung keamanan, berbagi data atau keperluan lainnya yang memanfaatkan teknologi cloud computing.

Teknologi cloud computing tidak hanya sebatas pada penggunaan pada PC. Penggunaan cloud computing sudah merambah pada perangkat elektronik lain, misalnya; hardisk eksternal dan ponsel. Bahkan baru-baru ini ada wacana penggunaan cloud computing untuk industri penerbangan. Penggunaan cloud computing pada hardisk eksternal hanya sebatas back-up data didalam hardisk ke cloud computing, baik dilakukan secara manual atau otomatis. Fungsi back-up hardisk ini bertujuan jika kemungkinan nanti hardisk hilang dicuri atau rusak, data didalam hardisk tidak hilang dan rusak. Hal lainnya adalah kita tidak direpotkan untuk membawa hardisk atau perangkat PC, karena data hardisk tersimpan di akun cloud yang bisa diakses dan diambil kapanpun. Dalam penggunaan di perangkat ponsel pribadi, cloud computing memiliki peranan penting untuk mendukung keamanan ponsel pribadi. Misalnya, jika ponsel anda hilang dicuri oleh maling, fitur-fitur keamanan dalam ponsel yang sudah terintegrasi dengan layanan cloud computing, akan segera merekam segala aktifitas yang dilalukan dengan menggunakan ponsel Anda. Dengan bantuan cloud computing, Anda masih bisa mengakses ponsel walau hanya sebatas mengambil data, menghapus data atau melihat riwayat aktiftas ponsel. Artinya, teknologi cloud computing memungkinkan untuk mengakses ponsel  dari jarak yang sangat jauh sekalipun. Fitur keamanan seperti ini sudah ditanam didalam beberapa ponsel produksi vendor terkemuka. Sebagai contoh pengaplikasian fitur keamanan berbasis cloud computing adalah yang terdapat dalam ponsel produksi Apple. Didalam iPhone tertanam fitur Find My iPhone yang sudah trerintegrasi dengan cloud computing yang dimiliki Apple, yaitu iCloud. Dari iCloud inilah nantinya pengguna ponsel bisa melacak keberadaan ponsel yang dicuri atau mengetahui aktifitas ponsel. Jika melihat pertumbuhan dan pengembangan fungsi cloud computing, bukan hal mustahil apabila nanti segala kebutuhan manusia bisa dilakukan dengan menggunakan layanan cloud computing.


Kelemahan Cloud Computing

Dibalik kesempurnaan dan keperkasaan sebuah sistem, tentunya masih memiliki titik lemah. Teknologi cloud computing memiliki kelemahan yang menjadi sulitnya perkembangan cloud computing di Negara-negara yang memiliki jaringan internet yang lambat. Ya, cloud computing dalam menjalankan kerjanya membutuhkan jaringan internet. Tanpanya, mustahil pengguna dapat mengakses akun cloud computing yang dia miliki. Itu sebabnya cloud computing di Indonesia belum banyak digunakan karena infrastruktur penunjang belum memadai, khususnya didaerah-daerah yang sangat minim jaringan internet. Selain itu cloud computing pun tak lepas dari kejahatan yang dilakukan hacker dengan cara meretas akun cloud computing. Dari segi keamanan data cloud computing masih amat rentan serangan hacker yang bisa mengambil data dari cloud computing kapanpun. Walau banyak perusahaan yang bergerak di jasa layanan cloud computing menawarkan keamanan yang luar biasa canggih, tetap saja kemungkinan kebocoran data akan selalu ada. Untuk alasan kepraktisan, teknologi cloud computing bisa menjadi solusi alternative paling baik digunakan dan tentunya harus didukung infrastruktur jaringan internet yang baik. 

Oleh :



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *