Belajar Sambil Bermain Di Tanjung Pinang

Posted on

Kemarin saya mendapat kesempatan mengunjungi Tanjung Pinang Kepulauan Riau. Kesana dalam rangka memberikan pelatihan kepada pengelola admin website Kabupaten Lingga dan SKPD karena website dibangun oleh saya dengan Pak Anis. Pada kesepakatan sebelumnya seharusnya kami memberikan pelatihan di Kabupaten Lingga, namun karena beberapa kendala akhirnya diputuskan untuk membuat training of trainers yaitu kami melatih para trainters yang nanti akan melatih para SKPD Lingga.

Sekilas mengenai Tanjung Pinang

Tanjungpinang atau sebelumnya disebut Tanjung Pinang (disingkat Tg. Pinang) adalah ibu kota dari Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia. Yang terletak di koordinat 0º5′ Lintang Utara dan 104º27′ Bujur Timur, tepatnya di Pulau Bintan.
Kota ini memiliki cukup banyak daerah parawisata seperti Pulau Penyengat yang hanya berjarak kurang lebih 2 mil dari pelabuhan laut Tanjungpinang – Pelabuhan Sri Bintan Pura, Pantai Trikora dengan pasir putihnya terletak kurang lebih 65 km dari kota, dan pantai buatan yang terletak di garis pantai pusat kota sebagai pemanis atau wajah kota (waterfront city).
Pelabuhan Laut Tanjungpinang – Pelabuhan Sri Bintan Pura memiliki kapal-kapal jenis feri dan feri cepat (speedboat) untuk akses domestik ke pulau Batam dan pulau-pulau lain seperti; kepulauan Karimun dan Kundur, serta kota-kota lain di Riau daratan, juga merupakan akses internasional ke negara Malaysia dan Singapura. (Sumber : wikipedia.org)

Suasana di Tanjung Pinang sangat sepi pada weekday, suasananya sangat tenang dijalan-jalan. Namun pada saat weekend ramai sekali, kota Tanjung Pinang menurut saya lebih di dominasi oleh para chinese. Hiburan yang berbau chinese banyak sekali di sana, seperti nya mereka senang berkumpul sesama komunitasnya. Saya juga diajak untuk menikmati makanan khas sana seperti mie lendir, teh tarik, dll. Banyak makanan yang penamaannya saya lupa, karena mungkin masih baru buat saya. 😀

Mie Lendir Khas Tj. Pinang

Yang menarik menurut saya, hampir disemua tempat nongkrong disana (tempat makan / lainnya) menyediakan layar dengan infocus atau yang biasa kita panggil di sini layar tancap. Layar tancap digunakan untuk menarik pelanggan, apalagi ketika ada pertandingan bola dimanfaatkan untuk nonton bareng.

Orang di sana menganggap mereka itu terbelakang karena kurangnya SDM mereka, namun saya berpikir malah kami di Banten lah yang layak disebut terbelakang. Bayangkan saja, selama saya diajak mengelilingi kota, tidak ada jalan yang rusak dan berlubang besar sekali seperti di Banten. Kalau di kita mungkin karena terlalu banyak orang pintar yang malah membodohi oranglain dan serakah.

Saya berangkat pada hari Jum’at tanggal 18 April 2014, kegiatan pelatihan sederhana pun dilaksanakan pada hari Sabtu dan Minggu. Sangat disayangkan pada hari Minggunya kami kehilangan moment karena lupa foto-foto.haha Akhirnya saya berinisiatif meminjam kamera digital untuk mendokumentasikan kegiatan disana. Ya meski ga semua moment kami foto, namun ini sedikit dokumentasi kegiatan yang saya sebut “Belajar Sambil Bermain di Tanjung Pinang” karena selain belajar kami juga sempatkan untuk mengelilingi Kota Tanjung Pinang.
Sarapan pagi dulu bro.

Menikmati Soto Ceker, yang punya orang Solo loh… 😀

Suasana di Studio 8

Daerah Batu 8 Tj. Pinang

Mukanya udah pada pusing semua. haha 😀

Kedai Kopi Hawaii di Kijang yang katanya Kopinya enak banget,
tapi sayang udah abis 😀

Mampir juga di Bintan, gatau daerah apa namanya,
yang pasti ada danau kecil gitu bro.

Es Gunung dulu biar seger.. nyam… 😀

Hari senin pun kami harus beranjak pulang, sangat sedih meninggalkan kota itu dan teman-teman yang baik disana. Karena saya mungkin saja tidak akan kesana kembali kan. Ya mudah-mudahan saja ada sumur diladang boleh numpang mandi ya bro. Semoga sedikit ilmu yang kami sampaikan bisa bermanfaat bagi teman-teman di sana ya. Terimakasih untuk 3 hari yang menyenangkan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *