Jokowi Presiden RI ?

Posted on

Sebelumnya saya meminta maaf kepada pihak yang merasa dirugikan atas postingan saya ini. Karena sebenarnya saya tak bermaksud untuk melakukan black campaign, meski black campaign katanya lagi marak-maraknya di dunia blogger. Bahkan ada yang sampai dibayar untuk menyebarkan isu-isu negatif para calon tertentu. Saya hanya mengutarakan isi pikiran saya melalui postingan saya ini. Alasan saya menulis postingan ini yaitu ketika saya menonton Bloomberg TV yang menayangkan Jokowi yang sedang mengecek pelayanan di dinas tertentu, dan entah kenapa saya ingin membahasnya di blog saya ini mengenai Jokowi.
Saya tidak akan menyebarkan isu-isu atau gosip, tapi saya ingin mengutarakan “kenapa saya harus tidak untuk memilih Jokowi sebagai Presiden Republik Indonesia”.
1. Saya tidak senang orang yang melanggar sumpahnya, apalagi di bawah Al-Qur’an (karena bawa nama “Demi Allah”).
Hampir semua orang baik rakyat biasa sampai rakyat intelek mengelu-elukan Jokowi ketika terpilih menjadi Gubernur DKI, salah satunya ketika Jokowi membuat tren blusukannya. Saya juga sempat terhipnotis dengan cara blusukannya Jokowi, karena memang tidak semua kepala daerah mau turun ke bawah langsung. Namun sebelum masa jabatannya Jokowi habis, Jokowi malah melanggar “Demi Allah” nya yang akan mengurus Jakarta, mengulangi melanggar “Demi Allah” ketika mengurus Solo. Apakah kalian akan memilih orang yang membuat “Demi Allah” sebagai main-main saja demi kepentingan partai? Itu terserah anda.
2. Deklarasi Jokowi jadi Capres dengan mencium bendera terlalu dramatis bak sinetron.

Disaat capres konvensi partai lain diam-diam saja dalam pencapresan dirinya, namun Jokowi terasa dramatis seperti sinetron stripping yang akan tayang setiap harinya. Rasanya gimana gitu…

3. Jokowi Kurang Cakap Berbahasa Inggris.

Kebetulan saja saya menonton Bloomberg TV, eh muncul Jokowi. Reporter Bloomberg yang melontarkan pertanyaan kepada Jokowi, Jokowi tidak cepat untuk menjawab. Terlihat seperti settingan pertanyaan yang akan di jawab apa nanti (seperti hapalan). Dan bahasa Inggrisnya pun kurang mantap, banyak mikirnya sampai-sampai mungkin reporternya merasa lama sekali dijawab, reporter langsung memotongnya dengan pertanyaan lainnya. Saya sendiri ga pengen Presiden saya pakai translater ya nantinya, harus pinter bro, dan jawab pakai bahasa Inggris cepat. Kalau perlu semua capres di Tes TOEFL dulu deh. 😀 Yang bikin ngakak pada wawancara pada saat itu tentang pelayanan di Jakarta, Jokowi melontarkan jawaban “i check, i check, and i check, and i check again…….”, karena maybe bingung mau jawab apalagi.

4. Calon Presiden Anak Mamah

Maksud kata mamah di sini saya umpamakan Ibu Megawati. Kita sebagai anak tentu akan menurut apa kata mamah / ibu kita betul?. Yang jadi pertanyaan saya, “Apakah setelah Jokowi jadi presiden akan nurut sama Mamah Megawati disuruh ini itu?“.

5. Jowoki membuat tren kalau mau jadi presiden loncat dulu jadi gubernur.

Semoga ini hanya asumsi bodoh saya, tapi dengan Jokowi jadi capres. Nanti akan banyak kepala daerah yang dengan cepat melepas tanggungjawabnya di daerah masing-masing demi jabatan yang lebih tinggi dari yang dipegang nya sekarang. Seperti contoh orang foto di atas. Bisa kacau kan, rakyat udah cape-cape nyoblos buat menangin kepala daerah mereka, tiba-tiba kepala daerah mereka yang dipercaya malah selingkuh ngelamar jadi calon lain.

Semoga timses dan pendukung Jokowi mau berlapang dada jika membaca postingan saya ini. Saya hanya mengutarakan pendapat saya saja. Dan semoga tidak mengubah opini publik rakyat Indonesia. Perlu diketahui juga saya tidak dibayar ya. 😀 Sekian bro.

10 thoughts on “Jokowi Presiden RI ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *